Blog Archive
Followers
Amazone
Friday, 28 May 2010
22:53 | Posted by
zappra |
Edit Post
Seberapa Pengaruh Buruk Sekber Golkar Jilid 2 terhadap Pemilih di Daerah?
Bayi ajaib yang lahir dari kandungan yang kurang jelas itu bernama Sekber Koalisi. Kalau yang membidani kelahiran bayi tersebut sudah jelas adalah Partai Koalisi yang dibawah komando Kepala Bidannya yaitu Partai Demokrat (SBY).
Lahirnya sekber koalisi tersebut sebenarnya tidak juga mengundang perhatian, jika saja ketua hariannya bukan seorang Aburizal Bakrie. Yang menjadi sorotan utama dalam kelahiran Sekber Koalisi (sebagian orang menganggap Seber Golkar Jilid 2) adalah :
• Tampilnya sosok Ical yang fenomenal (atau kontroversial?) sebagai Ketua Harian, yang mana Bung Ical sendiri oleh sebagian masyarakat dianggap sebagai biangnya Lumpur Lapindo dan terkait dengan tak jelasnya pajak dari beberapa pertambangan batu baranya. Namun secara legal formal…..bencana Lapindo sendiri sudah di claim sebagai “Bencana Nasional” sedangkan masalah pajak, hingga saat inipun nggak jelas juntrungannya. Maka kalau menganut azas praduga tak bersalah, maka Bung Ical itu adalah “bersih” dari kedua permasalahan tersebut. Hanya saja dugaan dan penilaian masyarakat akan tetap ada…..
• Kewenangan yang diberikan kepada Sekber Koalisi tersebut dilansir beberapa pengamat telah melebihi batas toleransi, yang katanya “dapat memanggil menteri atas seijin presiden”. Bahkan saya pernah menonton Acara di Metro TV, bahwa jika kewenangan yang demikian bisa dianggap oleh beberapa pengamat politik kelas atas sebagai melanggar konstitusi.
• Kelahiran dan sosok yang tampil, sangat kontras seiring bertepatan waktunya dengan “lengser keprabonnya” Srikandi Ekonomi Indonesia “Sri Mulyani”. Seperti kita ketahui, hubungan antara Bung Ical dan Jeng Srie cukup menghangat akhir-akhir ini.
• Faktor komporisasi dari tokoh Golkar sendiri yang begitu Bung Ical terpilih dan Jeng Sire lengser, ada yang mengeluarkan statement “Kasus Bank Century” bisa dipeti-eskan. Sehingga komentar tersebut lebih mengarahkan makna “koalisi” ke arah “konspirasi”.
Sejauh apa pengaruh kepada khalayak pemilih Golkar di akar rumput?
Secara jujur berdasarkan pengamatan lokal, pengaruh sekber Golkar dan sosok Ical sendiri hampir tidak berpengaruh terhadap simpatisan Golkar ditingkatan akar rumput. Hal ini berdasarkan kepada;
1. Sebagai Partai yang sudah dewasa, Golkar sudah punya massa tetap yang sulit untuk berubah pikiran. Selain itu pemilih di daerah akan lebih terpengaruh oleh sosok pemimpin daerah/lokal-nya dibanding tokoh ditingkat nasional.
2. Golkar sendiri sudah berpengalaman dalam manajement konflict dan pencitraan, sehingga pada 2014 nanti tidak perlu khawatir sehingga harus mengeluarkan statement yang berbau menjilat kepada penguasa.
3. Rata rata pemilih di kalangan akar rumput bersifat pragmatis bukan ideologis. Tingkat fanatisme terhadap sebuah parpol akan luntur oleh sosok/figur yang tampil pada saat 2014 nanti. Pragmatisme tersebut bisa lahir akibat kedekatan keluarga, persahabatan, pertemanan , hubungan kerja, dan yang paling mendominasi adalah……..uang/materi?
Gak percaya ?
Mari kita buktikan saja di 2014 atau di Pilkada…..adakah balon yang berhasil duduk tanpa keluar duit ?
Namanya juga pengamat Localhost...!
Wallahu alam.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment